<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Neneng Annadhrah Blog</title>
	<atom:link href="http://neneng.wimos.info/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://neneng.wimos.info</link>
	<description>Sekadar sebuah blog untuk mengekspresikan diri</description>
	<lastBuildDate>Tue, 26 May 2009 04:05:55 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Perbedaan Ketakutan Antara Kaum Pria &amp; Wanita</title>
		<link>http://neneng.wimos.info/2009/05/perbedaan-ketakutan-antara-kaum-pria-wanita.html</link>
		<comments>http://neneng.wimos.info/2009/05/perbedaan-ketakutan-antara-kaum-pria-wanita.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 04:05:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>neneng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://neneng.wimos.info/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin Anda sering bertanya-tanya mengapa pasangan jadi uring-uringan tanpa sebab. Well.. Mungkin saja itu terjadi karena suami atau istri kita menyimpan sejumlah ketakutan yang enggan diutarakan. Nah agar Anda lebih memahami lagi apa yang dirasakan pasangan, mungkin cara terbaik adalah dengan mengenali sumbernya. Berikut panduannya &#8230;
Yang Ditakuti Pria
Mungkin terdengar aneh bahwa kaum pria memiliki ketakutan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin Anda sering bertanya-tanya mengapa pasangan jadi uring-uringan tanpa sebab. Well.. Mungkin saja itu terjadi karena suami atau istri kita menyimpan sejumlah ketakutan yang enggan diutarakan. Nah agar Anda lebih memahami lagi apa yang dirasakan pasangan, mungkin cara terbaik adalah dengan mengenali sumbernya. Berikut panduannya &#8230;<span id="more-94"></span></p>
<p><strong>Yang Ditakuti Pria</strong></p>
<p>Mungkin terdengar aneh bahwa kaum pria memiliki ketakutan tersendiri. Nah, kira-kira apa ya yang paling ditakuti pria? Simak daftar berikut ini..</p>
<p>* Perceraian, baik cerai karena kematian maupun pisah. Karena itu inisiatif cerai bisanya datang dari perempuan. Apa yang membuat pria akhirnya sanggup menerima perceraian adalah dua hal, yaitu keyakinan bahwa ia akan mendapat wanita yang lebih menarik, dan bahwa ia akan kehilangan muka bila menolaknya.</p>
<p>* Wanita. Pria takut jauh dari wanita, lebih dari yang dapat mereka akui. Pada dasarnya karena pria tidak tahu apa yang menggerakkan wanita. Ketakutan itu tercermin antara lain ketika mereka membuat lelucon atau berbicara di antara mereka sendiri, yang cenderung merendahkan perempuan.</p>
<p>* Penolakan. Pria sangat takut dikalahkan atau disingkirkan, karena sangat memalukan. Maka tak peduli seberapa bagus pun alasan penolakannya, ego pria mengartikan bahwa dirinya ‘tidak cukup baik’.</p>
<p>* Tidak masuk hitungan. Semua pria merasa harus menjadi pemimpin. Jika hal itu tidak tercapai, setidaknya mereka ingin mendapatkan pengakuan dari lingkungan terdekatnya.</p>
<p>* Mudah diserang. Benar, pria memang sangat takut terikat dan kehilangan kebebasannya. Hal ini membuat pria menjadi sangat mudah diserang. Wanita yang cerdik tak akan memikat pria melalui perutnya, tetapi dengan menghormati kebutuhannya akan kebebasan dan pilihan hidupnya.</p>
<p>* Mempercayakan rahasia. Pria tidak suka tampak bodoh. Itu sebabnya mereka sangat sulit mempercayai orang, terutama wanita. Mereka khawatir dikhianati dan dikecewakan.</p>
<p>* Menjadi ayah. Meskipun seorang pria sangat bangga menjadi seorang ayah, tapi hal itu sekaligus menjadi sumber ketakutan. Menjadi ayah, bagi mereka merupakan pertanda tak bisa lagi main-main tanpa tanggung jawab seperti bujangan. Dan lagi, kalau istri telah punya anak sendiri, siapa yang akan mengurusnya?</p>
<p><strong>Yang Ditakuti Wanita</strong></p>
<p>Bukan rahasia lagi. Wanita yang kuat menjadi ancaman bagi pria, dan wanita pintar menakuti mereka. Tapi ironisnya, ketika pada wanita dibuka daerah gelap atau wilayah tertutupnya, pria akan tahu bahwa mereka tak perlu takut sama sekali. Simak saja sumber ketakutan wanita:</p>
<p>* Membuat pria takut. Wanita sangat takut membuat pria ketakutan padanya. Karena itu, di kantor, organisasi, maupun dalam rumah tangga banyak wanita cenderung mengerem ambisi dan potensinya, semata demi tidak membuat pria merasa terancam dan takut padanya.</p>
<p>* Disakiti dan dimanfaatkan pria. Wanita selalu berusaha meyakinkan diri sendiri bahwa seandainya ia wanita yang lebih langsing, lebih baik, lebih seksi, dan lebih menarik, pasti pria akan tergila-gila padanya dan membiarkannya memperbaiki penampilan pria tersebut. Hal itu merupakan refleksi dari ketakutannya akan disakiti dan dimanfaatkan pria.</p>
<p>* Semua mantan pacarnya. Tak ada bedanya siapa yang mengakhiri hubungan dimasa lalu, atau mengapa; seorang wanita yang jatuh cinta selalu bertanya-tanya apakah pria yang dicintainya masih merindukan para mantan pacarnya setelah mereka putus cinta.</p>
<p>* Semua teman wanitanya. Karena tidak percaya pada hubungan platonik (cinta yang bersifat persaudaraan) antar jenis kelamin, wanita selalu menaruh kecurigaan besar pada semua teman wanita kekasihnya. Walaupun dia sendiri banyak memiliki hubungan platonik dengan teman-teman prianya.</p>
<p>* Wanita yang tak ada. Wanita percaya bahwa tak ada yang lebih menarik bagi pria kekasihnya itu, selain bayangan seorang wanita yang selalu diangankannya, walau tak pernah ada wujudnya.</p>
<p>* Ibunya. Tak peduli betapa bagusnya hubungan antara sang pria dengan ibunya, wanita cenderung berpikir bahwa ada yang dirahasiakan dan pada suatu hari keburukannya akan menimpa dirinya. Tapi jika sang pria mengagumi ibunya, dia akan menuduhnya ‘anak mami’.</p>
<p>* Hamil. Wanita selalu khawatir bahwa tubuhnya yang menggemuk dan tidak menarik akan membuat pasangannya berhenti memperhatikannya. Dengan begitu dikiranya pria akan mudah tertarik pada wanita lain yang ditemuinya.</p>
<p>Tampak sederhana, sepele atau tidak masuk akal bagi Anda? Tapi memang begitulah lawan jenis kita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://neneng.wimos.info/2009/05/perbedaan-ketakutan-antara-kaum-pria-wanita.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebelum Anak Terlanjur Cerdas</title>
		<link>http://neneng.wimos.info/2009/04/sebelum-anak-terlanjur-cerdas.html</link>
		<comments>http://neneng.wimos.info/2009/04/sebelum-anak-terlanjur-cerdas.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2009 07:15:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>neneng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://neneng.wimos.info/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Abu Khaulah Zainal Abidin
Terlanjur cerdas ? Cerdas koq bisa terlanjur ? Bukankah setiap orang mendambakan anaknya cerdas ? Apalagi kata “terlanjur”   konotasinya jelek . -suatu yang tidak diharapkan-,  seperti;  terlanjur basah, terlanjur jatuh, atau terlanjur menjadi bubur,
Anak cerdas, siapa tak mau ? Tetapi itu bukan segala-galanya. Terlebih kalau ia dijadikan dasar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Abu Khaulah Zainal Abidin</strong></p>
<p>Terlanjur cerdas ? Cerdas koq bisa terlanjur ? Bukankah setiap orang mendambakan anaknya cerdas ? Apalagi kata “terlanjur”   konotasinya jelek . -suatu yang tidak diharapkan-,  seperti;  terlanjur basah, terlanjur jatuh, atau terlanjur menjadi bubur,</p>
<p>Anak cerdas, siapa tak mau ? Tetapi itu bukan segala-galanya. Terlebih kalau ia dijadikan dasar bagi segala pertimbangan, mengalahkan bekal-bekal hidup lainnya yang mutlak dimiliki setiap manusia. Apalagi jika yang dimaksud cerdas itu tak lebih dari sebentuk kemampuan menalar, memahami, dan menarik kesimpulan, atau sekedar mampu berpikir logis , menemukan dan memecahkan jawaban-jawaban matematis.<span id="more-91"></span></p>
<p>Bahkan sekalipun kecerdasan itu -juga- meliputi kemampuan mengenal dan mengelola perasaan diri,  yang dengannya seseorang mampu memahami kemudian merespon orang lain melalui sikap dan tindakan. Sejenis potensi -yang menurut teori Emotional Quotient (EQ)-nya Goleman- berupa kecerdasan emosional, yang berfungsi mengimbangi kecerdasan intelektual !</p>
<p>Bahkan sekalipun kecerdasan itu -juga- berupa kemampuan memahami akan  nilai-nilai dan makna kehidupan, menumbuhkan harapan-harapan serta keyakinan. Sejenis potensi -yang menurut teori Spiritual Quotient (SQ)-nya Danah Zohar dan Ian Marshall- berupa kecerdasan spiritual, yang berfungsi mengimbangi bahkan mengendalikan kecerdasan intelektual dan emosional sekaligus !</p>
<p>* Latih Mereka Menjadi Orang Yang Amanah</p>
<p>Sesungguhnya amanah dan sifat-sifat yang menyertainya, seperti jujur, menepati janji, dan tidak khianat merupakan dasar dari segala bentuk tanggung-jawab pada setiap pribadi -sebagai apapun dia-. Karena jujur dan bersifat amanah adalah awal dan modal dasar bagi seseorang di dalam hidup bermasyarakat. Untuk mengemban inilah ALLAH -Subhaanahu wa ta’alaa- menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi.</p>
<p>(<em>&#8220;Sesungguhnya, telah Kami kemukakan amanat kepada langit, bumi ,dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu, khawatir akan mengkhianatinya. Dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh&#8221;</em>) (Al Ahzab: 72)</p>
<p>Melalui ayat di atas, tampaklah bahwa Amanah -berupa keta’atan dan kejujuran- adalah sesuatu yang ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa bebankan kepada manusia, namun manusia menganggapnya sebagai suatu perkara yang sepele. Karena itu ALLAH Subhaanahu wa ta’alla mencap manusia sebagai makhluq yang zalim dan bodoh. Artinya, menyepelekan perkara amanah merupakan satu di antara bentuk kezaliman. Dan seorang yang tidak amanah hanya mungkin cerdas dalam pandangan manusia, namun tidak dalam pandangan ALLAH.</p>
<p>Maka apa jadinya kecerdasan itu jika tidak dibarengi dengan kejujuran dan sifat amanah. Bukankah kezaliman yang ditimbulkannya akan menjadi berlipat ganda dibanding apabila tak disertai kecerdasan. Dengan kepandaian berbicara serta mengelola mimik dan tingkah laku secara meyakinkan -sebagaimana pemain sandiwara-, si cerdas tadi mengelabui manusia, menciptakan berjuta alasan untuk mengingkari janji, dan mengkhianati kepercayaan manusia kepadanya. Semua itu dengan modal kecerdasan.</p>
<p>Maka hendaknya sejak dini pendidikan harus mengutamakan perkara ini. Arti jujur dan amanah sudah harus diperkenalkan sejak pertama kali anak bisa diberi sedikit pengertian, Segala upaya dan sarana yang dapat menanamkan kejujuran dan menumbuhkan sifat amanah harus diciptakan. Dan segala suasana dan sarana yang dapat menghantarkan kepada sifat-sifat bohong, mungkir, dan khianat harus dihilangkan dari segala media pendidikan.</p>
<p>Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda:</p>
<p>Dari Abu Hurairah -radhiallahu anhu- , dari Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabada: “Tanda kemunafiqan itu tiga. Jika bicara, dusta. Jika berjanji, ingkar. Jika diamanahi, khianat.” (HR; Al Bukhari)</p>
<p>Melalui Hadits di atas nampak bahwa  dusta, ingkar janji, dan khianat berasal dari akar sifat yang sama, yakni munafiq..Karena itu, jika kita mengajari anak berdusta, mengingkari janji, dan mengkhianati amanah, artinya kita telah menanamkan sifat-sifat munafiq pada anak.</p>
<p>Tentu saja tak ada orang tua yang menginginkan anaknya jadi orang munafiq. Tak ada orang tua -yang sehat- merasa atau mengaku telah mengajari anaknya berdusta, terbiasa mengingkari janji, atau mengkhianati amanah.  Tentu saja kita semua tidak merasa telah berbuat seperti itu.</p>
<p>Tetapi kenapa dongeng-dongeng khayali yang kita jejali ke telinga mereka sebagai pengantar tidurnya ? Kenapa kita biarkan mereka membaca cerita-cerita fiktif sejak pertama sekali mereka bisa membaca ? Kenapa sandiwara dan sinetron kita biarkan menjadi konsumsi mereka sehari-hari ? Apalagi kalau disertai harapan dapat mengambil pelajaran atau hikmah darinya -seperti kebanyakan orang yang menganggap film atau sandiwara bisa jadi media da’wah. Bukankah itu semua dusta ? Kalau tidak dusta dari sisi cerita, dusta dari sisi peran. Bagaimana mungkin kita mengajarkan nilai kejujuran lewat cara-cara dusta ?</p>
<p>Selain itu, mungkin kita sering mengingkari apa yang kita janjikan kepada anak kita  Beli sepeda baru, berlibur ke rumah nenek, atau tamasya ke pantai, yang berulang kali janji tersebut harus kita perbaharui sambil tak lupa mengumbar macam-macam alasan. Menyuruh anak -berbohong- menjawab telepon atau mengatakan kepada tamu di depan rumah , “Papa tidak ada!“, Atau kita pernah ancam mereka, “Awas, jangan kasih tahu Mama!“</p>
<p>Sungguh ternyata kita sendiri lah yang telah membuat anak-anak terbiasa dengan dusta. Ya, ternyata kita sendiri yang menginginkan -tanpa kita sadari- mereka jadi orang munafiq. Ternyata kita sendiri yang mengajari -tanpa kita sadari- mereka suka mengingkari janji dan mengkhianati amanah.</p>
<p>Maka tindakan yang harus ditempuh untuk mencetak anak-anak yang jujur dan amanah adalah meninggalkan cara-cara atau kebiasaan di atas. Selain itu perlu ditempuh upaya-upaya berupa latihan dan pembiasaan guna menanamkan sifat jujur, menepati janji, dan menjaga amanah. Anak perlu dilatih mengemban amanah-amanah yang mampu ia pertanggungjawabkan. Beri kesempatan mereka berjanji dan ajarkan serta mudahkan agar mereka mampu menunaikannya. Berikan sanksi -walaupun ringan- atas pelanggaran janjinya. Ajarkan mereka bersikap jujur serta ceritakan kepada mereka keutamaan bersikap jujur, tetapi bukan melalui dongeng atau cerita fiktif. Sebab -ingat sekali lagi- mustahil menanamkan kejujuran melalui kedustaan. Sampaikan kepada mereka kisah-kisah orang jujur serta buah dari kejujuran, seperti kisah Ka’ab bin Malik -radhiallahu anhu-.</p>
<p>Ya, sebelum anak terlanjur cerdas, hendaknya kita tanamkan pada diri mereka kecenderungan kepada sifat jujur dan menjaga amanah.  Sebab, apalah artinya kecerdasan tanpa kejujuran dan sifat amanah. Bukankah kita tidak menghendaki anak kita menjadi orang yang pandai menipu.</p>
<p><strong> * Biasakan Mereka Bersikap Santun</strong></p>
<p>Manusia adalah makhluq bermasyarakat yang tidak bisa hidup sendiri tanpa orang lain. Sopan-santun merupakan sifat mulia yang dapat menimbulkan rasa tenang dan hangat di dalam pergaulan bermasyarakat. Juga merupakan di antara sifat-sifat yang disukai ALLAH Subhaanahu wa ta’alaa. Nabi Shallallahu alaihi wa sallam pernah berkata kepada Abdul Qais -radhiallahu anhu- :</p>
<p>“Sesungguhnya pada dirimu ada dua sifat yang dicintai ALLAH. Arif dan santun.” (HR; Muslim)</p>
<p>Sopan-santun adalah sifat yang membuat pemiliknya disukai oleh orang lain, yang dengannya orang lain merasa aman dari lisan dan perbuatannya, sebagaimana sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- :</p>
<p>“Muslim (-yang sempurna-) adalah yang orang muslim lainnya selamat dari lisan dan tangannya.” (HR: Al Bukhari)</p>
<p>Betapa tidak, dengannya ia akan menjaga lisan dan perbuatannya agar tidak mengganggu atau menyakiti orang lain. Dengannya pula ia bisa menempatkan diri di tengah lingkungannya. Ia mampu bersikap secara tepat di hadapan orang yang lebih tua, orang yang lebih muda, bahkan di hadapan orang-orang selayaknya dia belajar kepadanya. Dan ini merupakan satu di antara tanda-tanda pengikut Muhammad -Shallallahu alaihi wa sallam-, sebagaimana sabdanya:</p>
<p>Dari Ubadah ibn Ash-Shaamit, bahwa Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda, “Tidaklah termasuk umatku, mereka yang tidak hormat kepada  orang-orang tua kami, tidak sayang kepada orang-orang muda kami, dan tidak mengakui ulama-ulama kami.” (Mustadrak Al Hakim)</p>
<p>Lebih dari itu, santun juga merupakan wujud dari kelembutan hati pemiliknya. Karena mustahil seseorang memiliki sikap santun jika tidak memiliki kelembutan hati. Kelembutan hati lah yang menyebabkan seseorang senantiasa berhati-hati ketika bersikap di hadapan orang lain. Dan ini merupakan sifat yang disukai ALLAH -Subhaanahu wa ta’alaa- , sebagaimana yang dikatakan  Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- kepada Aisyah -radhiallahu anha-:</p>
<p>“Ya, Aisyah. Sesungguhnya ALLAH bersifat Lemah-Lembut, menyukai kelemahlembutan di dalam segala perkara.” (Muttafaqun Alaih)</p>
<p>Disebabkan santun dan lemah lembut lah akan terjaga persahabatan, bahkan ukhuwah (persaudaraan) dan terlaksana tolong-menolong -”ta’awun alal birri wat taqwa“- , yang mustahil semua itu terjadi tanpa dilandasi sifat-sifat di atas. Yakni sifat yang dapat memperindah dan mempercantik seseorang. Sifat yang membuat sebuah pribadi laku di dalam pergaulan. Sifat yang dengannya ia tidak hanya memikirkan dirinya semata, bahkan senatiasa berupaya sekuat tenaga memberikan kebaikan kapada saudaranya sebagaimana ia harapkan kebaikan itu juga berlaku baginya. Lebih dari itu, dengan sifat tersebut ia mampu memiliki empati terhadap penderitaan saudaranya. Perhatikanlah sabda Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- di bawah ini:</p>
<p>“Tidak sempurna iman kalian sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya.” (HR: Al Bukhari &#8211; Muslim)</p>
<p>Dari An-Nu’man bin Basyir -radhiallahu anhu-, berkata, telah bersabda Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- :“Perumpamaan orang-orang mu’min di dalam cinta kasih sayangnya dan keterikatannya seperti jasad yang satu. Apabila sakit salah satu anggota tubuhnya, maka seluruh tubuhnya ikut merasakan sakitnya dengan panas dan demam.” (HR: Muslim)</p>
<p>Dengan demikian, segala upaya -sarana dan metode apa saja- yang dapat menumbuhkan sifat mulia ini harus ditempuh. Pendidikan sejak dini harus diarahkan untuk menumbuhkan sifat-sifat sopan-santun dan lemah-lembut. Orang tua harus memastikan sifat-sifat ini melekat pada anaknya sebelum anaknya terlanjur cerdas. Do’a, dzikir, shadaqah, menyantuni anak yatim, gotong-royong, atau menolong orang yang kesusahan adalah di antara hal yang dapat melembutkan hati.</p>
<p>Kemudian, hendaknya sejak kecil anak dibimbing bagaimana cara bertutur, duduk, bahkan berjalan di hadapan orang yang lebih tua. Juga bagaimana di hadapan orang yang lebih muda. Kesantunan dan sikap rendah hati mereka juga harus kita perhatikan manakala mereka berjalan dan mengeluarkan suara. Perhatikanlah wasiat Luqman kepada anaknya -sebagaimana yang diabadikan di dalam Al Qur’an- :</p>
<p>(Artinya: “Dan sederhanalah di dalam berjalan serta rendahkan suaramu. Karena seburuk-buruk suara adalah suara keledai.”) (Luqman: 19)</p>
<p>Di samping itu,  apa saja yang dapat menumbuhkan sifat-sifat sebaliknya, seperti kurang-ajar, tak tahu malu, atau beringas harus dihilangkan dari segala media pendidikan dan pemandangan mereka sehari-hari.  Perhatikanlah peringatan Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- akan hal ini:</p>
<p>“Ya, A’isyah. Berlemahlembutlah. Karena sesungguhnya tidaklah kelembutan itu ada pada sesuatu kecuali ia menjadi penghiasnya. Dan tidaklah kelembutan tercabut dari sesuatu kecuali ia menjadikan sesuatu itu jelek.”</p>
<p>Pada kesempatan lain:</p>
<p>“Siapa yang terhalang untuk bersikap lembut, maka terhalang pula baginya kebaikan.”</p>
<p>Maka untuk itu, jauhkan dari anak penampilan sifat-sifat yang tidak baik, seperti kasar, brutal, sadis, vulgarisme, dan sikap tak punya malu, mulai dari bacaan, tontonan, maupun bentuk-bentuk permainan dan lingkungan pergaulan mereka. Yang kesemua itu lambat laun akan membentuk keperibadiannya. Orang tua harus memastikan tanda-tanda dari sifat-sifat yang tidak baik ini tak ada pada anaknya sebelum anaknya terlanjur cerdas.</p>
<p>Ya, sebelum anak terlanjur cerdas, hendaknya mereka telah terbiasa bersikap santun dan lemah lembut. Sebab apalah artinya kecerdasan jika tidak dibarengi dengan pekerti santun dan lembut hati, bahkan sekalipun anak tersebut jujur.  Bukankah kita tak menghendaki mereka menjadi robot;  cerdas, jujur, kaku, dingin, dan berpotensi menjadi sadis!!!</p>
<p><strong>* Didik Mereka Untuk Rajin</strong></p>
<p>Rajin merupakan satu sifat yang sangat dipuji dalam Islam. Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- di dalam berbagai ungkapan menjelaskan akan keutamaannya . Di antara lain ucapannya -Shallallahu alaihi wa sallam- adalah:</p>
<p>Dari Abu Hurairah -radhiallahu anhu-, berkata: Aku telah mendangar Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda: “Sungguh seorang di antara kalian berangkat ke luar  mengikat kayu di atas punggungnya dan bersedakah dengannya serta menjaga diri dari manusia itu lebih baik dari pada meminta-minta, diberi ataupun tidak. Karena sesungguhnya tangan yang di atas lebih utama dari pada tangan yang di bawah.  Dan mulailah dari yang menjadi tanggunganmu.” (HR: Muslim)</p>
<p>“Sesungguhnya Daud -Alaihissalaam- tidak makan kecuali dari hasil karya tangannya” (HR: Bukhari)</p>
<p>Ungkapan di atas -dan masih banyak lagi yang sema’na- menunjukkan betapa sifat rajin sangat ditekankan di dalam Islam. Syari’at diadakan tidak lain untuk memelihara lima hal. Memelihara agama, aqal, kehormatan, darah, dan harta. Dan rajin merupakan di antara sifat yang harus dimiliki demi menjaga kehormatan diri. Dengan sifat rajin pulalah seorang menjadi pribadi yang berguna bagi diri dan sekitarnya, bukan menjadi cela bagi diri dan beban bagi orang di sekitarnya.</p>
<p>Maka hendaknya segala sarana dan metode yang dapat menumbuhkan sifat rajin pada anak harus diupayakan. Melatih anak untuk bangun pagi, merapihkan kamar tidur, membersihkan kamar mandi, menyapu ruangan, teras, dan halaman, semua itu merupakan upaya pertama yang harus dilakukan untuk membiasakan anak bekerja dan menumbuhkan sifat rajin. Ketika sampai usia belajar, maka hendaknya dahulukan mengajar mereka menulis sebelum membaca. Biarkan anak belajar membaca dari apa yang dia tulis, karena menulis itu sifatnya aktif sedang membaca pasif. Perhatikan perkembangan kemampuan psikomotorik-nya untuk mengimbangi kemampuan kognitif-nya. Ajarkan pula mereka, misalnya,  terbiasa mengolah barang-barang bekas sebelum mengambil keputusan untuk membeli yang baru.</p>
<p>Sebaliknya, segala penyebab, sarana, dan metode yang dapat menumbuhkan sifat malas pada anak harus ditiadakan atau dijauhkan dari anak. Malas  -selain produk sistim sosial- asalnya adalah masalah fisik -seperti terlalu lemahnya tubuh untuk bergerak atau melakukan satu pekerjaan- . Namun jika tidak segera diambil tindakan ia berubah menjadi masalah mental. Karenanya, orang tua harus memperhatikan pertumbuhan fisik anak dan perkembangan motorik atau keterampilannya. Sudahkah gizi yang dibutuhkan bagi pertumbuhannya tercukupi ?Apakah ia terlalu kurus atau gemuk untuk umurnya ? Proporsionalkah berat badan dengan tingginya ? Apakah ia sudah bisa menjaga keseimbangan tubuhnya ? Cukup lincahkah gerakannya ? Bagaimana akurasi gerak atau bidikannya? Bagaimana kecepatan geraknya ? Bagaimana kekuatan tenaganya ? Bagaimana ketahanan tubuhnya, baik ketika menahan beban maupun ketika menahan lelah ? Keseluruhan masalah di atas -meski tidak selalu- sedikit banyak berpengaruh terhadap mentalnya.</p>
<p>Ulangi sering-sering sabda Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- berikut ini:</p>
<p>Mu’min yang kuat lebih baik dan lebih dicintai ALLAH ketimbang mu’min yang lemah. Dan pada seluruhnya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah di dalam hal yang mendatangkan manfa’at bagimu, serta mohonlah pertolongan kepada ALLAH dan jangan merasa lemah…. (HR; Muslim)</p>
<p>Karenanya, segala bentuk kamuflase, dari kemalasan -ngamen misalnya-, atau main kartu, dadu, dan segala bentuk permainan yang menghabiskan waktu tidak boleh kita biarkan dilihat oleh anak kita kecuali kita jelaskan kepada mereka, “Itu orang malas! Itu pekerjaan orang malas !” Karena sesungguhnya, melalui kamufalse kemalasan yang sering mereka lihat lah kemalasan -sadar atau tidak disadari-  menemukan pembenaran teorits, bahkan filosofisnya, Dan sifat licik merupakan hasil kombinasi cerdas dengan malas.</p>
<p>Kemudian,  jangan dikira bahwa malas itu sekedar masalah mental. Malas juga bisa menjadi masalah keyakinan. Sebagaimana hasad (dengki) mengurangi kesempurnaan iman akan Taqdir, begitu pula dengan malas. Ketahuilah, bahwa sifat rajin akan menumbuhkan optimisme, dan optimisme adalah bagian dari wujud husnudz-dzonn billah (berbaik sangka kepada ALLAH). Maka, sebaliknya, malas  akan menumbuhkan pesimisme, dan pesimisme adalah bagian dari wujud su’udz-dzon billah (berburuk sangka kepada ALLAH). Padahal Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- telah berwasiat::</p>
<p><strong>“Jangan kalian mati, kecuali di dalam keadaan berbaik sangka kepada ALLAH.” (HR:Muslim dari Jabir bin Abdillah -radhiallahu anhu-)</strong></p>
<p>Lebih dari itu, malas pulalah di antara  -selain ilmu dan keyakinan- yang menyebabkan manusia  -karena ingin menempuh jalan pintas- terjerumus ke dalam judi, lottre, bahkan ke dalam berbagai bentuk kesyirikan, seperti meminta kekayaan kepada kuburan, pohon, atau benda mati lainnya.</p>
<p>Ya, sebelum anak terlanjur cerdas, hendaknya mereka sudah terbiasa hidup rajin. Sebab, apalah jadinya jika anak terlanjur cerdas, sementara ia terbiasa dikuasai perasaan malasnya. Bukankah kita tidak menghandaki mereka menjadi orang yang licik.</p>
<p><strong>* Bina Mereka Menjadi Pribadi Yang Kuat</strong></p>
<p>Badan yang kuat lebih berdaya guna ketimbang badan yang lemah. Dengan kekuatan bukan saja seseorang mampu menopang dirinya, bahkan mampu menolong orang lain. Dengan kekuatan seseorang mampu berlari dan melompat. Dengan kekuatan seseorang mampu memanggul beban di punggungnya atau bertahan melawan dorongan arus. Dengan kekuatan pulalah seseorang mampu menghadapi cuaca buruk dan memiliki kekebalan untuk melawan penyakit.</p>
<p>Maka demikian pula jiwa yang kuat. Islam memuji sifat kuat dan mengaitkannya dengan sabar. Kuat, sabar, atau tabah merupakan modal di dalam mengarungi kehidupan -yang memerlukan perjuangan dan penuh dengan cobaan-.   Dengannya ia lebih berdaya guna, bermanfaat bagi orang lain, bersemangat dan kreatif, mampu memikul tanggung jawab dan berpendirian, serta mampu beradaptasi dan menetralisir perasaan dirinya. Karenanya,  Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- mengajari kita memaknai kekuatan dengan kesabaran dan kemampuan mengendalikan hawa nafsu, sebagaimana sabdanya:</p>
<p>Dari Abu Hurairah -radhiallahu anhu-, bahwasanya Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam telah bersabda: “Bukanlah yang dikatakan kuat itu jago gulat. Akan tetapi yang dikatakan kuat adalah yang mampu menguasai hawa-nafsunya ketika marah.” (HR: Al Bukhari)</p>
<p>Ya, dengan kesabaran akan lahir berbagai macam kebaikan. Manusia menjadi semakin kuat kemauannya, semakin tegar menghadapi tantangan, serta semakin tenang menghadapi ujian dan cobaan. Maka, upaya dan metode apa saja yang dapat melahirkan serta menumbuhkan kepribadian yang kuat dan sabar harus diciptakan. Perkara kuat dan sabar sudah harus mulai diajarkan ma’nanya dan ditanamkan kepada anak sedini mungkin. Pendidikan harus menjadikannya sebagai program dasar pembinaan sebelum yang lainnya. Perhatikan bagaimana Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- mengajarkan beberapa kalimat kepada Ibnu Abbas -radhiallahu anhu- , yang ketika itu usianya belum mencapai sepuluh tahun:</p>
<p>“….Ketahuilah. Bahwa seandainya seluruh manusia bersatu ingin memberikan manfa’at kepadamu, mereka tak akan mampu melakukannya lebih dari yang telah ALLAH tetapkan bagimu. Dan seandainya mereka bersatu ingin mencelakakanmu, mereka tak akan mampu melakukannya lebih dari yang telah ALLAH tetapkan atas mu….” (HR: At-Tirmidzi dari Ibnu Abbas -radhiallahu anhu-)</p>
<p>“…Ketahuilah. Bahwa pertolongan ALLAH datang melalui kesabaran, bersama perjuangan ada pengorbanan, dan bersama kesulitan ada kemudahan…”</p>
<p>Sebaliknya, segala sarana dan metode yang akan membentuk kepribadian cengeng, mudah marah, mudah patah semangat, dan mudah putus asa harus dihilangkan dari media pendidikan kita.  Karena sesungguhnya seluruh sifat-sifat tersebut bersumber dari yang satu, lemah.  Anak yang gampang menangis sebetulnya sama dengan anak yang gampang marah. Kemasannya saja yang berbeda, tetapi hakekatnya sama, lemahnya jiwa. Maka, jangan biarkan anak kita mengkonsumsi hal-hal yang melemahkan jiwanya, berupa sya’ir atau lagu-lagu cengeng, serta novel atau film-film picisan. Jangan biarkan anak terbiasa memanjakan perasaannya.</p>
<p>Ajarkan kepada mereka nilai-nilai kesatriaan, kesabaran dan ketangguhan yang diambil dari kisah para Nabi -alaihimussallam-, para Sahabat Nabi -radhiallahu anhum-, atau para Ulama dan Mujahid -rahimahumullah-, dan jangan sekali-kali lewat dongeng atau cerita fiktif. Jangan berlebihan memberikan perlindungan pada mereka. Biarkan mereka melatih diri menyelesaikan persoalan-persoalan mereka, baik di dalam menghadapi tantangan masalah, maupun terhadap teman-teman sebayanya. Jangan terlalu cepat memenuhi permintaan mereka, seandainya tidak mendesak.  Jika mereka minta 10, berikan 5. Jika mereka minta sekarang, berikan nanti. Ajari mereka bersabar manakala tidak terpenuhi permintaannya. Atau masih banyak lagi cara dan kesempatan untuk melatih kesabaran dan kekuatan mereka.</p>
<p>Ya, sebelum anak terlanjur cerdas, hendaknya mereka telah terlatih bersabar serta memiliki jiwa yang kuat. Lemah akan menjadikan mereka mudah dipengaruhi orang serta gampang lari dari tanggung jawab. Apalah artinya kecerdasan jika tidak diiringi sifat kuat dan sabar. Bukankah kita tidak menghendaki anak kita menjadi orang yang pengecut, karena ternyata pengecut itu merupakan kombinasi cerdas dengan lemah.</p>
<p><strong>Ya, apalah artinya cerdas tanpa amanah, santun, rajin, dan kuat. Bukankah kita tak menginginkan anak kita menjadi seorang penipu sadis yang licik lagi pengecut.</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://neneng.wimos.info/2009/04/sebelum-anak-terlanjur-cerdas.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ibu Menyusui Jarang Terkena Kanker Payudara dan Sangat Baik Untuk Menambah Kecerdasan</title>
		<link>http://neneng.wimos.info/2009/03/ibu-menyusui-jarang-terkena-kanker-payudara-dan-sangat-baik-untuk-menambah-kecerdasan.html</link>
		<comments>http://neneng.wimos.info/2009/03/ibu-menyusui-jarang-terkena-kanker-payudara-dan-sangat-baik-untuk-menambah-kecerdasan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 08:10:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>neneng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://neneng.wimos.info/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Selain baik bagi kecerdasan otak anak, menyusui juga dapat mengurangi risiko terkena kanker payudara bagi sang ibu, kata dr Dradjat R Suardi, spesialis kanker payudara.
“Ibu menyusui dapat mengurangi risiko tekena kanker payudara sebesar 10-15 persen,” katanya pada peresmian Yayasan Kanker Payudara Jawa Barat di Bandung, Rabu.
“Pupuk” kanker adalah hormon estrogen dalam tubuh. Ketika masa hamil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selain baik bagi kecerdasan otak anak, menyusui juga dapat mengurangi risiko terkena kanker payudara bagi sang ibu, kata dr Dradjat R Suardi, spesialis kanker payudara.</p>
<p>“Ibu menyusui dapat mengurangi risiko tekena kanker payudara sebesar 10-15 persen,” katanya pada peresmian Yayasan Kanker Payudara Jawa Barat di Bandung, Rabu.<span id="more-89"></span></p>
<p>“Pupuk” kanker adalah hormon estrogen dalam tubuh. Ketika masa hamil dan menyusui, muncul hormon progesterone. Hormon ini kemudian meningkat dan melakukan proteksi, sehingga hormon estrogen tidak lagi dominan,katanya.</p>
<p>Ia menjelaskan, jika sang ibu menyusui setelah melahirkan, maka terdapat jangka waktu 27 bulan bagi sang ibu dimana hormon estrogen tidak dominan dalam tubuh. Dikatakannya, bahwa dalam jangka waktu tersebut, risiko ibu terkena kanker payudara berkurang.</p>
<p>Meskipun pupuk kanker berasal dari hormon estrogen, tidak berarti kaum pria terhindar dari risiko kanker payudara.</p>
<p>Dalam tubuh pria juga terdapat hormon estrogen meskipun kadarnya tak sebanyak yang terkandung dalam tubuh wanita.</p>
<p>“Laki-laki itu juga punya kelenjar payudara, hanya saja tidak berkembang seperti perempuan,” katanya lagi.</p>
<p>Risiko pria terkena kanker payudara adalah sebesar 1 persen. Gejala-gejala yang timbul pada pria yang terkena kanker ini serupa dengan wanita, seperti munculnya benjolan di payudara dan keluar cairan dari puting.</p>
<p>Umumnya gejala kanker payudara pada pria lebih mudah dikenali dibandingkan dengan wanita.</p>
<p>“Kalau ada benjolan pada payudara lelaki akan lebih muddah terlihat, karena payudara mereka tidak berkembang seperti perempuan,” tambahnya.</p>
<p>dari : http://teknologitinggi.wordpress.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://neneng.wimos.info/2009/03/ibu-menyusui-jarang-terkena-kanker-payudara-dan-sangat-baik-untuk-menambah-kecerdasan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jadilah Seperti Ibu Thomas Alva Edison</title>
		<link>http://neneng.wimos.info/2009/03/jadilah-seperti-ibu-thomas-alva-edison.html</link>
		<comments>http://neneng.wimos.info/2009/03/jadilah-seperti-ibu-thomas-alva-edison.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2009 14:44:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>neneng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasihat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://neneng.wimos.info/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[“Eh, kamu bisa dibilangin gak. Jangan mainin itu, kan jadi kotor nih “. Demikian bentak mama saat Lia ingin bermain cat warna. Lain lagi dengan kakaknya, Mala. Ia kerap bertengkar dengan mamanya ketika disudutkan lantaran gak bisa mendapat nilai di atas 80 setiap ulangan di sekolah. “Mama aja gih yang sekolah”, bantah Mala dengan keras [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Eh, kamu bisa dibilangin gak. Jangan mainin itu, kan jadi kotor nih “. Demikian bentak mama saat Lia ingin bermain cat warna. Lain lagi dengan kakaknya, Mala. Ia kerap bertengkar dengan mamanya ketika disudutkan lantaran gak bisa mendapat nilai di atas 80 setiap ulangan di sekolah. “Mama aja gih yang sekolah”, bantah Mala dengan keras dan luapan kekesalan.<span id="more-87"></span></p>
<p>Peristiwa seperti ini, acapkali kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Peristiwa yang secara tidak langsung dapat menghalangi kereativitas seorang anak. Padahal, permainan yang akan dilakukannya kemungkinan akan dapat menumbuhkan bakatnya. Karena bakat lahir dari kreativitas. Sedangkan kreativitas sendiri adalah penentu keunggulan seseorang dalam arena kompetisi.</p>
<p>Kreativitas seorang anak yang masih berumur 3-7 tahun merupakan hal penting untuk diperhatikan. Karena pada usia-usia seperti ini, anak-anak sedang asyiknya belajar mengembangkan diri, menemukan bakat dan melatih daya kreasinya melalui permainan bebas. Jika si anak bermain pasir, cat, tanah liat dan lain-lain, biarkan saja. Saat inilah, sebenarnya, seorang anak sedang berfikir kreatif dan cepat. Karena permainan yang dilakukannya dapat membangkitkan kecepatan dan kemampuan berfikir.</p>
<p>Bahkan, sewajarnya orang tua ikut andil bermain dengan anaknya. Yaitu, dengan aktif membantunya. Namun keikutsertaan orang tua dalam bermain, jangan sampai menggangu dan menghambat keinginan si anak dalam mewujudkan dan melakukan apa yang diinginkannya. Karena hal ini, secara tidak langsung, memberikan efek positif bahwa kita menghargai dirinya dan apa yang dikerjakannya, sehingga ia merasa “aku sudah besar”.</p>
<p>Jadilah Seperti Ibu Thomal Alva Edison</p>
<p>Saat menemani anak bermain, mungkin kita akan menemukan hal-hal yang membuat kesal, bingung dan bahkan menimbulkan kemarahan. Misalnya, si anak ingin melukis ikan tapi cara yang dilakukannya salah. Dan saat kita ingin membantu untuk menggambarkannya, lantas ia melarang kita untuk ikut terlalu aktif. Sebagai orang tua yang ingin anaknya kreatif, seharusnya kita membantunya sekedar yang diinginkan si anak. Biarkan dia asyik dengan penemuannya bagaimana melukis ikan. Apapun hasilnya kita berusaha untuk menerimanya.</p>
<p>Di sinilah kita akan melihat dan mengetahui jiwa dan kemampuan si anak. Mungkin kita akan menemukan bahwa anak kita, sangat boleh jadi, tidak sehebat kita, atau bahkan tidak seperti anak-anak tetangga yang memiliki daya kreasi tinggi dalam bermain. Atau juga anak kita biasa mendapatkan nilai enam saat mengikuti ulangan, sedangkan kita dulu saat sekolah selalu mendapatkan nilai di atas delapan.</p>
<p>Jika kita katakan, “Alhamdulillah nak, gambarmu mulai bagus. Gak sia-sia kamu melukisnya”. Anak akan merasa didukung. Ia merasa diterima oleh orang tuanya, merasa dihargai prosesnya. Sehingga dari situ, ia akan berusaha meningkatkan kemampuannya dan kian bersemangat lagi untuk bisa mendapatkan penilaian yang paling bagus.</p>
<p>Namun sebaliknya, kalau kita katakan, “Masa nilaimu enam. Kamu tau gak, kalau papa susa-susah mencari uang, sedangkan kamu hanya bisa mendapatkan nilai enam. Mama ingin nilaimu seperti temanmu, delapan!”. Dengan kata-kata ini, anak merasa diremehkan dan dihina. Seolah-olah dicap bahwa dirinya tidak mampu dan banyak bermain di sekolah. Padahal nilai enam yang didapatnya adalah hasil belajar keras dan kesungguhannya. Ketika usahanya yang sungguh-sungguh tidak diterima dan dihargai, bisa jadi kreativitas dan inovasinya bisa mati. Bahkan, bisa jadi saat ujian ulangan selanjutnya nilai yang didapatnya makin menurun, lima misalnya.</p>
<p>Karena itu, terimalah apapun yang dihasilkan anak dengan lapang dada. Cobalah belajar dari kisah ibunya Thomas Alva Edison saat mendidiknya. Cerita tersebut dituliskan Fauzil Adhim dalam bukunya, “Bersikap terhadap Anak, Pengaruh Perilaku Orang Tua terhadap Kenakalan Anak”. (Cerita tersebut dikutip Fauzil Adhim dari “How to Help Your Child Succeed” karya Anant Pai)</p>
<p>Berikut ini ceritanya: “Ketika di sekolah kerapkali guru Thomas Alva Edison menganggap otaknya bebal sehingga tidak layak lagi meneruskan sekolah. Kemampuan otaknya tidak memungkinkan untuk mengikuti pelajaran di sekolah, dan karena itu ia sangat layak dipecat. Semua guru menolak Thomas Alva Edison di sekolah mereka, kecuali ibunya. Dengan penerimaan tulus ibunya, Thomas serasa mendapatkan kekayaan yang sangat berharga. Dan penerimaan itu pula yang melahirkan dorongan Thomas untuk menemukan kehebatannya. Ibu Thomas kerap mendorong dan memotivasi anaknya  dengan tidak mengatakan,”Saya tahu, Thomas. Kemampuanmu memang buruk hari ini, tetapi suatu saat nanti kamu akan menjadi orang yang hebat.” Tidak. Dia percaya bahwa anaknya baik dan memiliki kompentensi luar biasa. Hanya saja dunia belum menemukannya.”</p>
<p>Dengan penerimaan dan kepercayaan serta doa ibunya, akhirnya Thomas Alva Edison menjadi orang yang dikenal dunia. Penerimaan dan kepercayaan ibunya yang melahirkan rasa percaya dirinya yang sangat besar, semangat yang luar biasa dan penerimaan diri yang bagus. Dari penerimaan yang tulus tersebut, membuat berkembangnya harga diri yang baik. Bahkan, mampu memiliki citra diri yang baik serta kemampuan mengendalikan emosi yang mantap.</p>
<p>Sejatinya, Kisah sikap Ibu Thomas Alva Edison dalam mendidiknya telah lebih dahulu diajarkan Rasulullah kepada umatnya. Rasulullah Saw. bersabda,”Sesungguhnya Allah merahmati orang tua yang membantu anaknya berbakti kepadanya”. Ketika itu, orang-orang di sekeliling Rasulullah bertanya, bagaimana cara orang tua membantu anak, ya Rasulllah? Nabi Muhammad Saw menjawab, “Dia menerima yang sedikit darinya, memaafkan yang menyulitkannya, tidak membebaninya dan tidak pula memakinya.”</p>
<p>Melalui sabda Rasulullah ini, para orang tua seharusnya dapat menerima apa adanya, yang terjadi pada anaknya. Karena amanah yang diberikan Allah selain untuk dijaga, juga untuk dididik menjadi anak yang soleh, kreatif dan mampu serta memiliki daya kreasi. Bukankah Rasulullah pernah bersabda, “man syabba ‘ala syai in syabaa ‘alaihi, barang siapa menempuh masa muda dalam satu keadaan, maka dia menempuh masa tuanya dalam keadaan itu juga.”</p>
<p>‘Ala kullihal, memahami, menerima dan memberi kepercayaan pada anak saat bermain serta tetap terus membimbingnya tanpa memaksakan kehendak orang tua, insya Allah akan menjadikan anak yang diamanahkan Allah sebagai generasi penerus yang kreatif dan siap bertarung untuk meraih kesuksesan dunia dan akhirat.</p>
<p>Cirendeu, 26 Mei 2008</p>
<p><strong>Alumnus Universitas al-Azhar Kairo, Mesir (2007) dan peserta kursus TOEFL di JIMS Poundation, Ciputat, Jakarta </strong></p>
<p>Sumber : cybermq.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://neneng.wimos.info/2009/03/jadilah-seperti-ibu-thomas-alva-edison.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Martabak Keju Mini</title>
		<link>http://neneng.wimos.info/2008/11/martabak-keju-mini.html</link>
		<comments>http://neneng.wimos.info/2008/11/martabak-keju-mini.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Nov 2008 17:49:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>neneng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dapur]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://neneng.wimos.info/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[Bahan:
1     butir telur
3     sdm gula pasir
1/4 kg    tepung terigu
2     sdm Olive Oil
1         sdm susu bubuk
Air minum secukupnya
1     blok kecil keju olahan, parut
4     sdm meses
Cara:
- Kocok telur dan gula hingga gula larut
- Campurkan olive oil
- Masukkan susu bubuk sambil diaduk
- Tambahkan tepung terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan kental
- Tambahkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bahan:</p>
<p>1     butir telur<br />
3     sdm gula pasir<br />
1/4 kg    tepung terigu<br />
2     sdm Olive Oil<br />
1         <span id="more-82"></span>sdm susu bubuk<br />
Air minum secukupnya<br />
1     blok kecil keju olahan, parut<br />
4     sdm meses</p>
<p>Cara:</p>
<p>- Kocok telur dan gula hingga gula larut<br />
- Campurkan olive oil<br />
- Masukkan susu bubuk sambil diaduk<br />
- Tambahkan tepung terigu sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan kental<br />
- Tambahkan sedikit air<br />
- Tuang 2 sdm adonan pada teflon diameter 12 cm yg sdh dipanaskan di atas api kecil, diamkan   sejenak hingga agak kering<br />
- Taburi dgn keju parut dan meses<br />
- Lepaskan martabak dr teflon menggunakan lidi dan Lipat 2, dan diamkan sesaat.<br />
- Angkat dan hidangkan dengan segelas susu<br />
- Siap menjadi sajian sarapan sehat keluarga.</p>
<p>Selamat menikmati!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://neneng.wimos.info/2008/11/martabak-keju-mini.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Stick Sagu Keju</title>
		<link>http://neneng.wimos.info/2008/11/stick-sagu-keju.html</link>
		<comments>http://neneng.wimos.info/2008/11/stick-sagu-keju.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Nov 2008 17:05:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>neneng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makanan]]></category>
		<category><![CDATA[Resep]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://neneng.wimos.info/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[Bahan:
1    butir telor
3    sdm  gula pasir
2    sdm  susu bubuk
1    blok  kecil keju olahan
1/4 kg    tepung sagu
2    sdm  olive oil
1/4 kg    minyak goreng
Cara:
- Kocok telur dan gula hingga gula larut, tambahkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bahan:<br />
1    butir telor<br />
3    sdm  gula pasir<br />
2    sdm  susu bubuk<br />
1    blok  kecil keju olahan<br />
1/4 kg    tepung sagu<br />
2    sdm  olive oil<br />
1/4 kg    minyak goreng<span id="more-78"></span></p>
<p>Cara:<br />
- Kocok telur dan gula hingga gula larut, tambahkan susu bubuk, aduk rata<br />
- Parut keju dan campurkan<br />
- Masukkan Olive oil dan aduk hingga tercampur rata<br />
- Tuang tepung sagu sedikit demi sedikit hingga adonan bisa di ulen<br />
- Cetak atau bentuk seperti stick ato sesuai selera<br />
- Goreng dalam panas sedang hingga kecoklatan<br />
- Tiriskan dan siap dinikmati<br />
Selamat mencoba!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://neneng.wimos.info/2008/11/stick-sagu-keju.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sempurna</title>
		<link>http://neneng.wimos.info/2008/10/sempurna.html</link>
		<comments>http://neneng.wimos.info/2008/10/sempurna.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Oct 2008 05:29:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>neneng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://neneng.wimos.info/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu’alaikum…slamat pagi dunia…slamat pagi Hasya n Hasna!!!
Pagi yang cerah ya nak, semoga hari ini smua berjalan dgn “cerah” secerah mentari, bercahaya indah seindah bening dibola mata Hasna, dan berkilau bak mutiara yang memantul dari pipi Hasya yang cantik.
Duo cantikku, tidurlah yang nyenyak, ntar lagi kalian akan bangun dan beraktivitas lagi. Itu pasti melelahkan, meski bagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;">Assalamu’alaikum…slamat pagi dunia…slamat pagi Hasya n Hasna!!!</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;">Pagi yang cerah ya nak, semoga hari ini smua berjalan dgn “cerah” secerah mentari, bercahaya indah seindah bening dibola mata Hasna, dan berkilau bak mutiara yang memantul dari pipi Hasya yang cantik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;">Duo cantikku, tidurlah yang nyenyak, ntar lagi kalian akan bangun dan beraktivitas lagi. Itu pasti melelahkan, meski bagi kalian bermain adalah hal yang menyenangkan.<span id="more-74"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;">Ma’afkan Umi ya nak, kalo Umi blum bisa memberi yang terbaik buat kalian. Umi terlalu sibuk hingga gak selalu bisa gendong kalian, terutama Hasya. Tapi Alhamdulillah Hasya n Hasna anak yang baik dan mandiri. Kalian gak cengeng ato rewel seperti bayi2 pada umumnya yg sering Umi temui. Kalian adalah anugerah terindah yang diberikan Allah buat Umi. Merenungkan keberadaan kalian, betapa besar kasih sayang-Nya yang Umi rasakan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"><strong><em><span> </span>Dalam sepi, kalian adalah keriuhan. Dalam sedih, kalianlah penggembiranya. Dalam lelah, kalian juga bak penawar yang meringankan. Betapa kalian berdua hadiah dari-Nya yang sangat menakjubkan, yang seharusnya membuat Umi selalu banyak bersyukur pada-Nya.</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;">Umi sayang kalian nak, Umi cinta kalian, meski kadang Umi suka kesal dng tingkah kalian yang mulai susah dikontrol. Hasya mungkin sudah bosan dgn mainannya sehingga lebih senang mengacak peralatan dapur, naik meja makan, membuang-buang makanan n air,membongkar apa2 yg sudah dirapihkan bahkan sangat suka mengganggu Umi memasak. Hasna sedang waktunya mengeksplorasi isi rumah dengan kepintarannya merangkak n berdiri berpegangan pada tumpuan, Hasna juga senang “bersih2 rumah”, segala “jasad renik” yang ditemui dilantai pasti diambilin, bahkan lobang kunci dilantaipun dicongkel sampe bersih, sayangnya benda2 itu dibuangnya kemulut alias dimakan. Kalo Umi lagi nyuci, Hasna juga yang nomor satu mo bantuin, merangkak ke air super cepat sebelum Umi sempat nyuci bekas detergen yg nempel ditangan dgn bersih. Semua itu sering membuat Umi harus teriak2, “Hasya jangan!!!”, ato “Hasna jangan!!!”, bahkan bikin Umi jadi ngomel2 kesana kemari. Ma’afin Umi ya nak…</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;">Beberapa waktu yang lalu Hasya sempat susah makan, gak mau minum susu bikin Umi pusing tujuh keliling. Bingung pengennya Hasya apa. Dijajanin apa2 dimakannyapun cuma sedikit. Umikan sedih lihat Hasya lesu, lemes, apalagi waktu itu Hasya lagi batuk, pilek bahkan sempat panas demam sehari. Tapi Alhamdulillah sekarang udah baikan ya, bahkan makan n minum susunya juga udah hebat. Ternyata susunya pengen dikasih gula biar ada rasa manisnya. Udah bosan kali ya sama rasa susunya yang hambar. Lain kali jangan mogok makan lagi ya nak, karena Umi juga ga suka orang ngomong aneh2. Bilang Umi suka telat ngasih makanlah, harus beginilah begitulah, ato beranggapan tingkah Hasya begitu sebagai ungkapan kecemburuan krn terbaginya kasih sayang buat adik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;">Tapi apapun pendapat orang Umi terima saja nak. Toh pada kenyataannya yang paling tahu keadaan Hasya n Hasna kan Allah. Cukup buat Umi minta petunjuk<span> </span>n solusi ke Allah saja. Terlalu memikirkan pendapat orang kadang membuat hati sedih karna orang lain cuma mengungkapkan sesuatu berdasrkan kerangka berfikir n pengalamannya saja meski mungkin keadaannya berbeda. Cukup Allah saja buat kita nak, <strong>banyaklah bersyukur pada-Nya apapun keadaan kita</strong>. Kesibukan Umi adalah kenyataan yang harus sama2 kita jalani. Waktu yang ga smuanya buat kalian krn harus juga terbagi dgn pekerjaan rumah yg lain. Ga ada yg bisa slalu menunggui kalian bermain. Kita ga punya pembantu ato babysitter, dan orang2 yang Umi harapkan dekat ada jauh diseberang sana. Dan kenyataan Hasya terlalu dini punya adik sehingga kasih sayangnya begitu cepat terbagi, semua itu sudah menjadi kehendak Allah nak. <strong>Gak ada yang buruk dari-Nya, segala sesuatu pasti mengandung hikmah. Hikmah yang terasa nikmat bila kita mampu memetiknya.</strong> Semoga…Amin.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;">Buat Umi, kehadiran Hasya adalah kesempurnaan. Dengan hadirnya Hasna, tetap saja semuanya menjadi sempurna.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"><em>Kau begitu sempurna… </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"><em>Dimataku kau begitu indah…</em><span> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://neneng.wimos.info/2008/10/sempurna.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencintai Ulama</title>
		<link>http://neneng.wimos.info/2008/09/mencintai-ulama.html</link>
		<comments>http://neneng.wimos.info/2008/09/mencintai-ulama.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 08:06:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasihat]]></category>
		<category><![CDATA[Ulama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://neneng.wimos.info/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[

Firman Allah
&#8220;Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa lagi Maha Pengampun.&#8221; (QS. Fathir: 8 )


Sabda Nabi
“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. At Tirmidzi, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<ul>
<li>
<h4>Firman Allah</h4>
<div>&#8220;Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha perkasa lagi Maha Pengampun.&#8221; <strong>(QS. Fathir: 8 )</strong></div>
</li>
<li>
<h4>Sabda Nabi</h4>
<div>“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” <strong>(HR. At Tirmidzi, dishahihkan Al Imam Al Albani)</strong></div>
</li>
<li>
<h4>Nasehat Salaf</h4>
<div>&#8220;Jika engkau bisa, jadilah seorang ulama. Jika engkau tidak mampu, maka jadilah penuntut ilmu. Bila engkau tidak bisa menjadi seorang penuntut ilmu, maka cintailah mereka. Dan jika kau tidak mencintai mereka, janganlah engkau benci mereka.&#8221; <strong>(Umar bin Abdul Aziz)</strong></div>
</li>
</ul>
<p><span id="more-51"></span></p>
<h4>Para Ulama Pewaris Nabi di masa sekarang,</h4>
<p>&#8220;merujuklah kepada mereka maka kita akan selamat.&#8221;</p>
<ul>
<li><a href="http://www.alabad.jeeran.com/" target="_blank">Asy Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad</a></li>
<li><a href="http://www.burjes.com/" target="_blank">Asy Syaikh Abdussalam Barjis</a></li>
<li><a href="http://njza.net/web/" target="_blank">Asy Syaikh Ahmad An Najmi</a></li>
<li><a href="http://www.alalbany.net/" target="_blank">Asy Syaikh Al Albani</a></li>
<li><a href="http://www.alburaie.com/new/index.php" target="_blank">Asy Syaikh Al Bura’i</a></li>
<li><a href="http://www.binbaz.org.sa/" target="_blank">Asy Syaikh Ibn Baaz</a></li>
<li><a href="http://www.binothaimeen.com/" target="_blank">Asy Syaikh Ibn Utsaimin</a></li>
<li><a href="http://www.sh-emam.com/" target="_blank">Asy Syaikh Muhammad Al Imam</a></li>
<li><a href="http://www.muqbel.net/" target="_blank">Asy Syaikh Muqbil bin Hadi</a></li>
<li><a href="http://www.rabee.net/" target="_blank">Asy Syaikh Rabi’ bin Hadi</a></li>
<li><a href="http://www.alfawzan.ws/alfawzan/default.aspx" target="_blank">Asy Syaikh Shalih Al Fauzan</a></li>
<li><a href="http://www.sh-yahia.net/" target="_blank">Asy Syaikh Yahya Al Hajuri</a></li>
<li><a href="http://www.olamayemen.com/html/" target="_blank">Ulama Yaman</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://neneng.wimos.info/2008/09/mencintai-ulama.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Praktis Mengatasi Anak Susah Makan</title>
		<link>http://neneng.wimos.info/2008/09/susah-makan.html</link>
		<comments>http://neneng.wimos.info/2008/09/susah-makan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 05:29:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>neneng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Susah Makan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://neneng.wimos.info/2008/09/42/</guid>
		<description><![CDATA[Problema sulit makan ini dialami anak di usia balita. Umumnya mulai ditemui pada usia anak 1-4 th. Banyak hal yang menyebabkan anak susah makan. Karena bagi anak, saat makan itu bukan hanya pemenuhan gizi tetapi juga saat penuh tantangan, rasa ingin tahu, berlatih, belajar, dsb.
Berikut sekilas bahasan penyebab anak susah makan &#38; tips singkat mengatasinya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Problema sulit makan ini dialami anak di usia balita. Umumnya mulai ditemui pada usia anak 1-4 th. Banyak hal yang menyebabkan anak susah makan. Karena bagi anak, saat makan itu bukan hanya pemenuhan gizi tetapi juga saat penuh tantangan, rasa ingin tahu, berlatih, belajar, dsb.</p>
<p>Berikut sekilas bahasan penyebab anak susah makan &amp; tips singkat mengatasinya :<span id="more-42"></span></p>
<p><strong>1. Bosan dengan menu makan ataupun penyajian makanan.</strong><br />
Menu makan saat bayi (&gt; 6 bl) yg itu-itu saja akan membuat anak bosan dan malas makan. Belum lagi cara penyajian makanan yg campur aduk antara lauk pauk spt makanan diblender jadi satu. Sama spt<br />
orang dewasa, kalau kita makan dg menu yg sama tiap hari dan disajikan dg campur aduk, pasti akan malas makan. Begitu juga dg pengenalan makanan kasar.</p>
<p>Tips : Tentu saja variasikan menu makan anak. Jika perlu buat menu makan anak min. selama 1 minggu utk mempermudah ibu mengatur variasi makanan. Jadi tergantung pinter-pinter- nya ibu memberikan makanan bervariasi. Spt kalau anak gak mau nasi, kan bisa diganti dg roti, makaroni, pasta, bakmi, dsb. Penyajian makanan yg menarik juga penting sekali. Jangan campur adukkan makanan. Pisahkan nasi dg lauk pauknya. Hias dg aneka warna &amp; bentuk. Jika perlu cetak makanan dg cetakan kue yg lucu.</p>
<p><strong>2. Memakan cemilan padat kalori menjelang jam makan , sehingga anak tidak merasa lapar</strong>. Seperti permen, minuman ringan, coklat, hingga snack ber-MSG, dsb. Akibatnya ketika jam makan tiba anak sudah kekenyangan.</p>
<p>Tips : Atur makanan selingan atau cemilan jauh sebelum waktu<br />
makan tiba. Beri juga cemilan yang sehat spt potongan buah, sayur<br />
kukus, keju, yoghurt, es krim, cake buatan ibu, dsb.</p>
<p><strong>3. Minum susu terlalu banyak</strong><br />
Susu di banyak keluarga dianggap sebagai makanan dewa yang bisa menggantikan makanan utama spt nasi, sayur &amp; lauk pauknya Orangtua cenderung kurang sabar memberikan makanan kasar. Atau orang tua sering takut anaknya kelaparan, sehingga makanan diganti dengan susu..Akhirnya, daripada perut si anak tidak kemasukan makanan, diberikan saja susu berlebihan. Padahal setelah anak berusia 1th, kehadiran susu dalam menu sehari-hari bukanlah hal wajib. Secara gizi, susu hanya untuk memenuhi kebutuhan kalsium dan fosfor saja. Kan kalsium dan fosfor ini dengan mudah kita dapatkan<br />
dalam ikan-ikanan, sayur &amp; buah.</p>
<p>Tips : Kurangi susu ! Di atas usia 1 tahun kebutuhan susu hanya 2 gelas sehari. Mulailah melatih anak dg berbagai jenis makanan. Ubah pola pikir orangtua.</p>
<p><strong>4. Terpengaruh kebiasaan orang tuanya.</strong><br />
Anak suka meniru apa yang dilakukan oleh anggota keluarga lainnya, terutama orang tuanya. Banyak perilaku yg dilakukan ortunya ygmempengaruhi perilaku makan anak. Mis. anak yang tumbuh dalam<br />
lingkungan keluarga yang malas makan (ex. diet), akan mengembangkan perilaku malas makan juga. Perilaku lainnya, sering kita jumpai orang tua masih menyuapi anak yang sudah kelas V SD. Akibatnya anak gak terlatih untuk bisa makan sendiri. Perilaku makan yang kurang pas juga spt kebiasaan ortu ketika menenangkan anak yg sedang rewel dengan cara membelikan jajanan yang padat kalori (permen, minuman ringan, coklat, dsb.). Akibatnya anak kekenyangan &amp; malas makan.</p>
<p>Tips :<br />
Perhatikan &amp; ubah kebiasaan &amp; perilaku orang tua kapanpun, termasuk perilaku makan. Ingat, anak merekam, belajar &amp; menerapkan semua hal yg ia dapat dari lingk sekitarnya, terutama ortunya. Biarkan anak mencoba memakan makanan sendiri sejak dini, tanpa disuapi. Gak perlu takut berantakan. Feeding is about learning.</p>
<p><strong>5. Munculnya sikap negativistik è fase normal yg dilewati tiap anak.</strong><br />
Pada usia &gt;2 th, anak sering membangkang / tidak mau patuh. Saat makan tiba, anak terkadang bilang gak mau, makanannya suka dilepeh atau dilempar, dsb. Ini disebut sikap negativistik. Sikap negativistik merupakan fase normal yg dilalui tiap anak usia balita. Sikap ini juga suatu bagian dari tahapan perkembangannya untuk menunjukkan keinginan untuk independent . Jadi batita umumnya ditandai dengan AKU, artinya segala sesuatunya harus berasal dari AKU bukan dari orang lain; intinya power. Nah banyak ortu yg gak memahami hal ini, sehingga lantaran khawatir kecukupan gizi anak tidak terpenuhi, orang tua biasanya makin keras memaksa anaknya makan. Ada ortu yg mengancam anaknya bahkan memukul. Cara2 tsb harus dihindari.</p>
<p>Justru semakin anak pd usia ini dipaksa, justru akan makin melawan (sebagai wujud negativistiknya) . Realisasinya apalagi kalau bukan penolakan terhadap makanan. Bisa dimaklumi kalau ada orang yang<br />
sampai dewasa emoh makan nasi atau sama sekali tak menyentuh daging. Bisa jadi sewaktu masih kecil yang bersangkutan sempat mengalami trauma akibat perlakuan orang tuanya yang selalu memberinya makan secara paksa.</p>
<p>Tips : Pahami kondisi anak dg baik. Jadilah ortu yg otoritatif. Artinya bersikap tidak memaksa, tetapi juga tidak membiarkan begitu saja. Bina komunikasi yg baik dg anak. Bersabarlah menghadapi anak.<br />
Kan rumah adalah madrasah pertama &amp; utama bagi anak.</p>
<p><strong>6. Anak sedang sakit / sedih</strong><br />
Anak tidak mau makan dapat juga disebabkan krn anak sedang sakit atau sedang sedih. Kalau semula anak terlihat aktif, riang dan cerewet, maka di kala sakit ia lebih suka diam dan terlihat malas-malasan.</p>
<p>Tips : Kembali pada konsep bina komunikasi yg baik. Jangan paksakan anak kalau gakmau makan. Beri makanan ringan yg padat kalori, spt makaroni skutel, dsb.</p>
<p>Yg jelas dan perlu diingat baik2 oleh tiap ortu adalah, seberapapun anak gak mau / susah makan, ia tidak akan membiarkan dirinya kelaparan ! Selama mentalnya sehat. Artinya, begitu ia kelaparan, maka ia akan makan.</p>
<p>Tetap kreatif mengolah &amp; menyajikan makanan, bina komunikasi yg baik, terus belajar menjadi ortu &amp; memahami kondisi anak, dan bersabar.</p>
<p>Luluk Lely Soraya<br />
Ditulis bebas &amp; dirangkum dari berbagai sumber.<br />
sumber : milis SEHAT</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://neneng.wimos.info/2008/09/susah-makan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Rindu&#8230;.</title>
		<link>http://neneng.wimos.info/2008/08/surat-rindu.html</link>
		<comments>http://neneng.wimos.info/2008/08/surat-rindu.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 22:12:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>neneng</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://neneng.wimos.info/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Mama&#8230;. Pa kabar ya mama disana? lagi ngapain ya mama? lagi mimpi??? mimpiin aku ya&#8230;he..he..
Kangen deh sama mama, kangennnn&#8230;.banget. Pengen ngobrol, pengen curhat n pengen masakan mama yang top banget. Duh mama&#8230; dah lama aku ga ngelahap pindang kepalo patin, asam pedas kepalo patin, tekwan ikan, pempek ikan n ayam balado khas mama. Aku kangen [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mama&#8230;. Pa kabar ya mama disana? lagi ngapain ya mama? lagi mimpi??? mimpiin aku ya&#8230;he..he..</p>
<p>Kangen deh sama mama, kangennnn&#8230;.banget. Pengen ngobrol, pengen curhat n pengen masakan mama yang top banget. Duh mama&#8230; dah lama aku ga ngelahap <em>pindang kepalo patin, asam pedas kepalo patin, tekwan ikan, pempek ikan </em>n <em>ayam balado</em> khas mama. Aku kangen makan lesehan khas rumah kita, rame-rame, rebutan he..he..<span id="more-28"></span></p>
<p>TOP deh mama&#8230; mama jago masak, anak2nye smua jago makan, trutama yg perempuan2. Apa kabar tuh ma kakak yg jago makan ikan sampe titik tulang penghabisan?? Apa prestasinya itu masih dipertahankan?</p>
<p>Oya, tambah seru ya ma di rumah sejak ada Dedek yg sudah kembali lagi ke Duri setelah kuliah. Anak mama yang <em>centil </em>ntu emang jagonya bikin rame.</p>
<p>Tapi sepi yah ma sejak Khoir di Pekanbaru. Kan biasanya dia yang paling manja n akrab sama mama. Paling sering curhat ama mama, paling malas tapi telaten kalo ngurus Lukman.</p>
<p>Oya apa kabar Lukman yah ma? Udah pintar apalagi cucu mama laki2 nyang baru satu2nya ntu? Katanya Lukman manja skali ya ma. Wajarlah ma krna banyak yang manjain, dia kan masih <em>Raja</em>, ga ada saingan. Ntar lagi tuh mama bakal ada kerepotan sekaligus kesenangan yang lain, alias adek Lukman. Mudah2an kakak n bayinya sehat n selamat n lancar dalam melahirkan nanti ya ma.</p>
<p>Gimana dengan adindaku yg rajin ngurus rumah ma? Ga terasa ya ma, Umi udah SMA sekarang. Udah ABG, udah gadis remaja. Mudah2an Umi selalu dilindungi Allah ya ma, jangan sampe terjebak pergaulan remaja yg ga baik, karna adikku yg satu ni supel banget, gampang bergaul alias interaksi sosialnya bagus. Cuma dlm masa ini diakan sedang mencari <em>jati diri, </em>jadi gampang menyerap hal-hal baru. Moga aja dia selalu terbawa ke hal yg positif ya ma, jadi potensi dirinya terarahkan. Wah&#8230; aku jadi ingat si Umi kecil yg imut dan cantik. Dulu aku suka bilang Umi Abiha, krn Rasulullah suka bilang putrinya Fatimah Umi Abiha. Padahal asalnya panggilan Umi itu kan Uum ya ma, tapi kenapa jd Umi? Why gitu lho??? Tapi aku kalo lihat Hasya suka ingat Umi kecil lho ma, putih , matanya sipit n imut banget.</p>
<p>Abang gimana ma? kabarnya waktu itu ada rencana mama mo punya mantu. Kenapa sekarang jadi adem ayem lagi. Kasih semangat ma abang, jangan terlena nanti kelewat lagi, kasihan abang. Kan sekarang dah kerja. Kalo bukan buat kuliah, bilang abang uangnya baik ditabung, buat modal. Mama juga kasih tau abang jangan ngerokok lagi (kalo masih ngerokok) kan kata MUI juga haram. Mudah2an ya ma abang segera ketemu jdohnya.</p>
<p>Hmmm&#8230;.Dian, Dian gimana ma? Katanya dah selesai KKN. Mudah2n ntar lagi kuliahnya selesai ya ma, dengan lancar tanpa hambatan. jadi papa juga jadi lebih ringan biayanya. Tapi kalo Diannya masih mo nglanjutin lagi bagus juga ma, sambil kerja kayak abang. Kasih semangat Dian ma, selagi belum berfikir menikah. Dian kan laki2, nantinya punya tanggungjawab cari nafkah, bagus sekali kalo dia mo terusin kuliah lebih tinggi buat modal di dunia kerja.</p>
<p>Dan Agung juga dah gede ya ma. Katanya udah tinggi tapi tambah item ya. Udah bisa ngambil kelapo, udah bisa banyak bantu mama. Oya, diakan dikasih tanggungjawab ngurus ikan. Gimana ikan2nya? Wah&#8230; aku jadi ingat kolam di belakang rumah. Kabar terakhir kolam belakang ga diisi lele lagi&#8230;piara ikan apa Agung ma? Pasti jadi semak lagi dibelakang ya ma sejak Papa n bang Wahyu ga kerja di Duri lagi. Ga ada yang bersih-bersih. Kangen nih makan bareng di pondok belakang.</p>
<p>O iya, Wani dah selesai ya ma. Alhamdulillah n katanya dah kerja. Tapi knapa ga di Duri aja kerjanya, kan banyak TK di Duri daripada jauh2, kalo di Durikan bisa sekalian nemani ibunya.</p>
<p>Mama sendiri jaga kesehatan mama ya ma, aku sedih banget kalo mama sakit, krna akukan ga bisa jenguk mama. Papa juga jaga kesehatannya ma, juga jangan terlalu capek. Mudah2an papa n mama selalu sehat ya, makin sejahtera n disayang Allah. Dimudahkan-Nya dalam segala kesulitan, diringankan-Nya dalam hal2 yang memberatkan, selalu diberikan-Nya kebahagiaan n kegembiraan serta kelapangan hati untuk selalu beribadah. Amin..</p>
<p>Hikss&#8230;Pokoknya aku kangen banget sama mama. Aku sedih banget jauh dari mama. Tapi gimana lagi ya ma, ini semua udah pilihan yang mau ga mau harus aku pilih ketika aku memutuskan menikah. Tapi aku ga pernah membayangkan bakal sesedih ini jauh dari mama. Tadinya aku pikir aku bisa sering pulang.</p>
<p>Kadang aku cemburu juga lihat orang lain. Selalu bisa pulang kalo lagi suntuk di rumah. Kadangkan aku ada jenuhnya ya ma, ngurus rumah, rutinitas yang itu2 aja. Kadang capek ma, pengen istirahat. tapi mana bisa kalo duo bayiku belum tidur. Kalo kerjaan rumah dah beres aku bisa juga istirahat, tapi itu juga sambil tetap nemanin Acha n Nana, krna kan sedang lasak2nya.</p>
<p>Makan juga kadang aku ga selera ma. Pengennya masakan mama. Sesekali aku coba masak sendiri, tapi rasanya ga sama kayak punya mama. Ngebayangin ya kalo aku dekat, aku tinggal main ke mama kalo ga selera makan, tinggal ke mama kalo lagi suntuk, tinggal ke mama kalo lagi cape biar ada yang nemanin Acha n Nana main ato tinggal panggil Bi Uminya. Kalo jauh begini mo ngajak Umi kesini ga bisa juga, krna ongkosnya mahal. Hiks.. mama..</p>
<p>Mama n papa juga pasti kangen banget ya sama Acha n Nana. Apalagi papa blum ketemu sama Nana. Baru punya cucu perempuan, udah jauh banget ga bisa dikunjungi. Aku juga sedih ga bisa ngebahagiain mama n papa dengan kehadiran cucu2 yang lucu di dekat mama n papa. Aku sendiri ngerasain kerinduan mama n papa, karna aku sering lihat Syafa tetangga kami seumuran Acha selalu aja didatangi kakek neneknya, Syafanya juga jarang di rumah krna selalu di tempat neneknya. Kadang aku sering berfikir gimana lagi aku mo ngebahagiain mama n papa kalo bukan dengan dekatnya Acha n Nana sama Opa Omanya. Mudah2an ya ma, Acha n Nana bisa ktemu Oma Opa dalam waktu dekat.</p>
<p>Udahan dulu yah ma, ternyata udah jam 4.30 pagi. Aku jadi ga tidur, kalo ga tidur bgini aku jadi suka pusing krna siang hari ga bakal bisa tidur nyenyak, malah kalo tidur jadi tambah pusing krn suka terbangun.</p>
<p>Lain kali aku mo curhat lagi ya ma.. n jangan lupa, aku selalu mohon do&#8217;a mama n papa, <strong><em>mintakan yang terbaik untukku dari Allah. </em></strong>Do&#8217;akan aku selalu tabah, sabar, tegar n ikhlas dalam menjalani hidup, mendampingi suami dgn setia n merawat Acha Nana dengan baik.</p>
<p>Dadaaaah mama, <em>I love u so much, more n more than words.</em></p>
<p>Salam sayang n rindu buat semua keluarga besar kita, seluruh penghuni rumah plus anak kostnya, genk arisan burai juga kalo bisa, ma kapan ya aku bisa kumpul bareng smua lagi, do&#8217;ain ya ma&#8230;</p>
<blockquote><p><em>Dari ananda yang sayang mama. MMMMuuuuahhh&#8230;.</em></p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://neneng.wimos.info/2008/08/surat-rindu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
