Sempurna
Assalamu’alaikum…slamat pagi dunia…slamat pagi Hasya n Hasna!!!
Pagi yang cerah ya nak, semoga hari ini smua berjalan dgn “cerah” secerah mentari, bercahaya indah seindah bening dibola mata Hasna, dan berkilau bak mutiara yang memantul dari pipi Hasya yang cantik.
Duo cantikku, tidurlah yang nyenyak, ntar lagi kalian akan bangun dan beraktivitas lagi. Itu pasti melelahkan, meski bagi kalian bermain adalah hal yang menyenangkan.
Ma’afkan Umi ya nak, kalo Umi blum bisa memberi yang terbaik buat kalian. Umi terlalu sibuk hingga gak selalu bisa gendong kalian, terutama Hasya. Tapi Alhamdulillah Hasya n Hasna anak yang baik dan mandiri. Kalian gak cengeng ato rewel seperti bayi2 pada umumnya yg sering Umi temui. Kalian adalah anugerah terindah yang diberikan Allah buat Umi. Merenungkan keberadaan kalian, betapa besar kasih sayang-Nya yang Umi rasakan.
Dalam sepi, kalian adalah keriuhan. Dalam sedih, kalianlah penggembiranya. Dalam lelah, kalian juga bak penawar yang meringankan. Betapa kalian berdua hadiah dari-Nya yang sangat menakjubkan, yang seharusnya membuat Umi selalu banyak bersyukur pada-Nya.
Umi sayang kalian nak, Umi cinta kalian, meski kadang Umi suka kesal dng tingkah kalian yang mulai susah dikontrol. Hasya mungkin sudah bosan dgn mainannya sehingga lebih senang mengacak peralatan dapur, naik meja makan, membuang-buang makanan n air,membongkar apa2 yg sudah dirapihkan bahkan sangat suka mengganggu Umi memasak. Hasna sedang waktunya mengeksplorasi isi rumah dengan kepintarannya merangkak n berdiri berpegangan pada tumpuan, Hasna juga senang “bersih2 rumah”, segala “jasad renik” yang ditemui dilantai pasti diambilin, bahkan lobang kunci dilantaipun dicongkel sampe bersih, sayangnya benda2 itu dibuangnya kemulut alias dimakan. Kalo Umi lagi nyuci, Hasna juga yang nomor satu mo bantuin, merangkak ke air super cepat sebelum Umi sempat nyuci bekas detergen yg nempel ditangan dgn bersih. Semua itu sering membuat Umi harus teriak2, “Hasya jangan!!!”, ato “Hasna jangan!!!”, bahkan bikin Umi jadi ngomel2 kesana kemari. Ma’afin Umi ya nak…
Beberapa waktu yang lalu Hasya sempat susah makan, gak mau minum susu bikin Umi pusing tujuh keliling. Bingung pengennya Hasya apa. Dijajanin apa2 dimakannyapun cuma sedikit. Umikan sedih lihat Hasya lesu, lemes, apalagi waktu itu Hasya lagi batuk, pilek bahkan sempat panas demam sehari. Tapi Alhamdulillah sekarang udah baikan ya, bahkan makan n minum susunya juga udah hebat. Ternyata susunya pengen dikasih gula biar ada rasa manisnya. Udah bosan kali ya sama rasa susunya yang hambar. Lain kali jangan mogok makan lagi ya nak, karena Umi juga ga suka orang ngomong aneh2. Bilang Umi suka telat ngasih makanlah, harus beginilah begitulah, ato beranggapan tingkah Hasya begitu sebagai ungkapan kecemburuan krn terbaginya kasih sayang buat adik.
Tapi apapun pendapat orang Umi terima saja nak. Toh pada kenyataannya yang paling tahu keadaan Hasya n Hasna kan Allah. Cukup buat Umi minta petunjuk n solusi ke Allah saja. Terlalu memikirkan pendapat orang kadang membuat hati sedih karna orang lain cuma mengungkapkan sesuatu berdasrkan kerangka berfikir n pengalamannya saja meski mungkin keadaannya berbeda. Cukup Allah saja buat kita nak, banyaklah bersyukur pada-Nya apapun keadaan kita. Kesibukan Umi adalah kenyataan yang harus sama2 kita jalani. Waktu yang ga smuanya buat kalian krn harus juga terbagi dgn pekerjaan rumah yg lain. Ga ada yg bisa slalu menunggui kalian bermain. Kita ga punya pembantu ato babysitter, dan orang2 yang Umi harapkan dekat ada jauh diseberang sana. Dan kenyataan Hasya terlalu dini punya adik sehingga kasih sayangnya begitu cepat terbagi, semua itu sudah menjadi kehendak Allah nak. Gak ada yang buruk dari-Nya, segala sesuatu pasti mengandung hikmah. Hikmah yang terasa nikmat bila kita mampu memetiknya. Semoga…Amin.
Buat Umi, kehadiran Hasya adalah kesempurnaan. Dengan hadirnya Hasna, tetap saja semuanya menjadi sempurna.
Kau begitu sempurna…
Dimataku kau begitu indah…
neneng | 10.24.08 | Anak |
Tidak ada komentar »
Belum ada komentar nih.
RSS feed for comments on this post. TrackBack URL
Berikan komentar